<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Tarsimun</title>
	<atom:link href="http://tarsimun.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tarsimun.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Tarsimun weblog</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:09:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Musisi jazz dunia Daniel Sahuleka</title>
		<link>http://tarsimun.blogdetik.com/2011/07/23/musisi-jazz-dunia-daniel-sahuleka/</link>
		<comments>http://tarsimun.blogdetik.com/2011/07/23/musisi-jazz-dunia-daniel-sahuleka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tarsimun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Musisi jazz dunia Daniel Sahuleka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tarsimun.blogdetik.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Musisi jazz dunia Daniel Sahuleka menghipnotis ratusan penonton 3rd Jazz@Fort Rotterdam di Benteng Rotterdam, Kamis (21/7) malam. Seluruh penonton yang hadir terpukau menyaksikan permainan gitar dan suara merdu musisi berdarah Ambon-Sunda itu.
Sekitar delapan lagu lawas miliknya diperdengarkan,yang diselingi dengan cerita-cerita Daniel tentang kisah hidupnya dan sejarah lagu itu dibuat. Dari lagu pertama sampai lagu terakhir, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tarsimun.blogdetik.com/2011/07/23/musisi-jazz-dunia-daniel-sahuleka/">Musisi jazz dunia Daniel Sahuleka</a> menghipnotis ratusan penonton 3rd Jazz@Fort Rotterdam di Benteng Rotterdam, Kamis (21/7) malam. Seluruh penonton yang hadir terpukau menyaksikan permainan gitar dan suara merdu musisi berdarah Ambon-Sunda itu.</p>
<p>Sekitar delapan lagu lawas miliknya diperdengarkan,yang diselingi dengan cerita-cerita Daniel tentang kisah hidupnya dan sejarah lagu itu dibuat. Dari lagu pertama sampai lagu terakhir, penonton dibuai dan diajak bernyanyi. Apalagi ketika Daniel menyanyikan lagunya yang begitu tenar You Make My World So Colourfulldan Don’t Sleep Away This Nightdan diakhiri dengan menyanyikan lagu asal Ambon berjudul Beta Sudah Jauh Berlayar.<br />
<span id="more-8"></span></p>
<p>Sontak tepuk tangan penonton menggema di benteng bersejarah tersebut. “Saya bangga bisa hadir di Makassar dan terima kasih atas kehadiran kalian. Saya senang bisa konser dan berkeliling tempat membuat orang senang. Kalau untuk buat album tidak bisa lagi karena itu membutuhkan waktu khusus dan bisa membuat saya tertekan,”kata dia. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang hadir di konser tersebut mengapresiasi kehadiran Daniel dengan pemberian gelar sebagai warga kehormatan Kota Makassar.</p>
<p>Selanjutnya Ilham memasangkan passapumerah dan sarung sabbemerah pula.Tak hanya itu, Daniel diberi pula nama khusus Makassar, yakni Dg Gassing. Nama itu atas usulan master of ceremonyErik yang memandu acara tersebut. “Kehadiran Daniel tentu semakin memperkuat hubungan sister cityyang dibangun antara Makassar dan Belanda. Eventseperti ini diharapkan semakin sering digelar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Makassar,” paparnya.</p>
<p>Direktur Promosi Luar Negeri Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Niviandi Makalam yang mewakili Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar, menjelaskan, hadirnya musisi internasional menunjukkan kota ini siap menjadi kota dunia sesuai tagline-nya. Itu diperkuat dengan rasa aman yang diciptakan di Kota Makassar sehingga membuat semakin banyak orang berkunjung. Demikian catatan online <a href="\">Tarsimun</a> yang berjudul Musisi jazz dunia Daniel Sahuleka.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tarsimun.blogdetik.com/2011/07/23/musisi-jazz-dunia-daniel-sahuleka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah</title>
		<link>http://tarsimun.blogdetik.com/2011/01/18/dewan-perwakilan-rakyat-daerah/</link>
		<comments>http://tarsimun.blogdetik.com/2011/01/18/dewan-perwakilan-rakyat-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 04:47:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tarsimun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tarsimun.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo segera memanggil Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wajo AKBP Nanang Purnomo untuk rapat dengar pendapat terkait penanganan kasus pembunuhan Hasdawati.

Anggota DPRD menilai, kendati proses penyidikan telah berlangsung lebih dari satu tahun, pengungkapan kasus tersebut masih kabur. &#8220;Besok (hari ini) kami akan menggelar rapat dengar pendapat dengan narasumber Kapolres Wajo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Dewan Perwakilan Rakyat Daerah" href="http://tarsimun.blogdetik.com/2011/01/18/dewan-perwakilan-rakyat-daerah/" target="_self">Dewan Perwakilan Rakyat Daerah</a> (DPRD) Kabupaten Wajo segera memanggil Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wajo AKBP Nanang Purnomo untuk rapat dengar pendapat terkait penanganan kasus pembunuhan Hasdawati.<br />
<span id="more-6"></span><br />
Anggota DPRD menilai, kendati proses penyidikan telah berlangsung lebih dari satu tahun, pengungkapan kasus tersebut masih kabur. &#8220;Besok (hari ini) kami akan menggelar rapat dengar pendapat dengan narasumber Kapolres Wajo tentang pengungkapan kasus pembunuhan Bendahara DPKD (Dinas Pengelola Keuangan Daerah) Hasdawati yang sudah berjalan satu tahun lebih, tapi hasilnya masih kabur,&#8221; kata Ketua DPRD Wajo H Yunus Panaungi kepada SINDO kemarin. Pemanggilan pihak Polres Wajo juga merupakan tindak lanjut aspirasi massa koalisi masyarakat Wajo pada 30 Desember lalu, yang menuntut kasus pembunuhan Hasdawati segera diungkap.</p>
<p>&#8220;Karena itu,kami tindak lanjuti dengan rapat gabungan komisi untuk menanyakan, apa masalah yang dialami Polres Wajo? Sudah satu tahun 28 hari sampai sekarang pihak penyidik belum mampu mengungkap kematian Hasdawati,&#8221; kata dia. Dia mempertanyakan, mengapa hingga kini penyidik Polres Wajo belum mengungkap kasus tersebut dibandingkan kasus mutilasi di Jawa dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama bisa terungkap. &#8220;Kepala di Jakarta, kaki di Yogyakarta, tapi dapat diungkap dalam waktu tidak terlalu lama. Apakah ilmu yang dipakai penyidik di Jakarta tidak sama dengan ilmu yang dipakai polisi di Sengkang.</p>
<p>Kalau memang ada perbedaan, bisakah minta tolong penyidik yang ada di Jakarta agar bisa membantu pengungkapan kasus Hasdawati?&#8221; tandas dia. Meski demikian, pihaknya tidak punya kewenangan atau bermaksud mengintervensi penyidik Polres Wajo dalam pengungkapan kasus Hasdawati. Namun, DPRD Wajo ingin kasus itu bisa terungkap secepatnya sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum bisa pulih dan masyarakat pun merasa tenteram. &#8220;Sebenarnya kami hanya memberikan dorongan moril kepada penyidik. Kalau kasus ini tidak bisa terungkap, tentu masyarakat punya kekhawatiran dan perasaan tidak terlindungi,”ungkap dia. Ketua Komisi I (Bidang Pemerintahan, Ketertiban, dan Keamanan) DPRD Wajo Taqwa Gaffar menambahkan, rapat dengar pendapat dengan Kapolres Wajo dalam gabungan komisi akan dilaksanakan di ruang sidang utama lantai 2 Gedung DPRD Wajo.</p>
<p>&#8220;Rapat dengar pendapat ini merupakan yang kedua kali, intinya mengundang kembali Kapolres Wajo terkait kasus almarhumah Hasdawati. Rapatnya digelar besok (hari ini), pukul 09.00 Wita,&#8221; ungkap Taqwa. Sementara itu, Kapolres Wajo AKBP Nanang Purnomo menegaskan, penyidikan kasus pembunuhan Hasdawati terus berlanjut. Pihaknya membentuk tim pengungkapan yang diketuai Wakapolres Wajo Kompol I Wayan Jiartana. &#8220;Proses tetap lanjut,saat ini tim masih melengkapi permintaan jaksa terkait P19 kasus tersebut.</p>
<p>Motif di balik kasus ini terkait pekerjaan Hasdawati selaku bendahara dan berdasarkan saksi, alat bukti, dan keyakinan penyidik,A Munir (Kepala Desa Tua) dan Syarif Hidayat (Kepala Desa Lampulung) tetap dijadikan sebagai tersangka,&#8221; pungkas dia. Demikian catatan online <a title="Tarsimun" href="http://tarsimun.blogdetik.com/" target="_self">Tarsimun</a> tentang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tarsimun.blogdetik.com/2011/01/18/dewan-perwakilan-rakyat-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bayangbayang kerusuhan</title>
		<link>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/12/31/bayangbayang-kerusuhan/</link>
		<comments>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/12/31/bayangbayang-kerusuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 18:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tarsimun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tarsimun.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Bayangbayang kerusuhan masih menghantui Jawa Timur pada 2011. Gejolak ekonomi dan politik menjadi salah satu sumber pemicu. Prediksi tersebut diungkapkan Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti menjelang berakhirnya tahun 2010.

”Potensi konflik masih ada. Banyak faktor yang bisa menjadi pemicu, baik masalah ekonomi, politik, maupun budaya. Namun, kami sudah menyiapkan berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Bayangbayang kerusuhan masih menghantui Jawa Timur pada 2011. Gejolak ekonomi dan politik menjadi salah satu sumber pemicu. Prediksi tersebut diungkapkan Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti menjelang berakhirnya tahun 2010.<br />
<span id="more-5"></span><br />
”Potensi konflik masih ada. Banyak faktor yang bisa menjadi pemicu, baik masalah ekonomi, politik, maupun budaya. Namun, kami sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi,”ujarnya. Dari sektor ekonomi,lanjut Badrodin, pengurangan subsidi BBM bisa memicu kenaikan sembako. ”Dampak dari pengurangan subsidi BBM premium itu bisa menimbulkan konflik karena bisa jadi harga kebutuhan pokok juga naik,”tuturnya.</p>
<p>Selain akses dari pengurungan subsidi BBM premium, agenda politik pemilihan daerah (pilkada) di Jatim pun berpeluang rusuh. Salah satu yang dicermati polda, yakni Pilkada Kabupaten Tuban yang rencananya digelar pada Mei mendatang, ”Jika melihat ke belakang, Pilkada Tuban juga berpotensi. Untuk itu, kami akan mengawal sebaik-baiknya agar berjalan lancar,”tandasnya. Tak salah jika orang nomor satu di jajaran kepolisian Jatim ini mewaspadai agenda Pilkada Tuban.</p>
<p>Sebab, pada 2006 Pilkada Tuban berakhir dengan kerusuhan yang diwarnai aksi perusakan Kantor KPU Kabupaten/Kota dan pembakaran berbagai fasilitas umum seperti SPBU,hotel,dan rumah bupati saat itu. Apalagi, pada 2010 Jatim punya pengalaman buruk dalam menjalankan proses pilkada akibat terjadi kericuhan di Mojokerto. Saat itu massa melakukan aksi perusakan serta pembakaran mobil milik pemkab.</p>
<p>Padahal jika kerusakan itu tidak terjadi,sebenarnya Jatim bisa dibilang sempurna dalam menjalankan 18 agenda pilkada selama 2010. Bukan hanya masalah ekonomi dan politik yang rawan konflik. Persoalan sengketa tanah,budaya, ketenagakerjaan, maupun isu teroris pun masih menghantui Jatim. ”Masih ada DPO teroris di Jatim yang belum tertangkap. Itu perlu kita waspadai,”beber Badrodin.</p>
<p>Untuk mengantisipasi segala kemungkinan konflik yang bisa berujung kerusuhan, pihak polda sudah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan melakukan deteksi dini untuk menyentuh akar masalah. ”Selain mengoptimalkan sumber daya internal maupun eksternal di Polda, kami mengutamakan pula tindakan preventif serta melakukan penegakan hukum dengan tegas dan humanis,”pungkasnya.</p>
<p>Pandangan berbeda diungkapkan Sosiolog dari Fakultas Sosiologi Fisip Unair, Bagong Suyanto. Meski masyarakat Jawa Timur berkarakter keras namun peluang terjadinya kerusuhan ini justru kecil. ”Karena masyarakat Jatim memiliki toleransi yang tinggi serta punya jiwa multikultural yang teruji,”urainya. Sehingga menurut Bagong meski nantinya ada kerusuhan akan dapat diredam dengan adanya berbagai kelompok yang memiliki otoritas kultural.</p>
<p>Untuk tekanan ekonomi sendiri juga dirasa Bagong tak begitu signifikan untuk menjadi pemicu kerusuhan. Meski hidup dalam himpitan ekonomi, namun masyarakat sudah dikepung oleh jaring pengaman di tingkat lokal seperti lembaga keuangan mikro dan kelompok arisan kecil di daerah-daerah dan juga masih banyak lagi. ”Justru lembaga keuangan kecil tersebut yang menjadi penyelamat ekonomi yang paling berfungsi,” tukasnya.</p>
<p>Pemahaman ini menengok warga yang heterogen dari berbagai etnis mampu hidup rukun dalam satu wilayah. ”Bisa dilihat kasus di Kembang Jepun yang memiliki banyak etnis akhirnya juga bisa belajar hidup bersisihan,” tegasnya. Jika menengok kasus Pilkada yang bermasalah dan melecutkan kerusuhan lebih banyak disebabkan oleh kepentingan segelintir elit politik lokal saja.</p>
<p>”Kerusuhan yang pernah terjadi di Tuban juga begitu, lebih karena dipicu oleh sekelompok elit politik. Bahkan hari ini massa sudah mulai belajar untuk tidak ikut arus kepentingan elit politik lokal tersebut,” jelas Bagong.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/12/31/bayangbayang-kerusuhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kekhawatiran</title>
		<link>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/11/17/kekhawatiran/</link>
		<comments>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/11/17/kekhawatiran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 18:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tarsimun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Kekhawatiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tarsimun.blogdetik.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Kekhawatiran jamaah nonkuota akan mengganggu layanan yang diberikan terhadap jamaah reguler terbukti. Sejumlah jamaah reguler di Maktab 17 Arafah mengaku ruang istirahat mereka tidak maksimal karena sebagian ruangnya ditempati jamaah nonkuota. Jumlah jamaah nonkuota yang disisipkan dari muasasah ini pun tidak sedikit, yakni mencapai 96 orang. “Pasti jamaah terganggu karena space maktab menjadi terbatas,” ujar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekhawatiran jamaah nonkuota akan mengganggu layanan yang diberikan terhadap jamaah reguler terbukti. Sejumlah jamaah reguler di Maktab 17 Arafah mengaku ruang istirahat mereka tidak maksimal karena sebagian ruangnya ditempati jamaah nonkuota. Jumlah jamaah nonkuota yang disisipkan dari muasasah ini pun tidak sedikit, yakni mencapai 96 orang. “Pasti jamaah terganggu karena space maktab menjadi terbatas,” ujar Kepala Daerah Kerja Jeddah yang juga penanggung jawab Arafah Ahda Barori kemarin. Persoalan lain munculnya jamaah nonkuota adalah hal katering. Meski nonkuota, mereka tetap mendapatkan layanan katering dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.Ini dilakukan karena muasasah hanya berkewajiban menampung mereka tanpa menyediakan makanan. Dan sundulan untuk <a title="Eye Eagle News" href="http://eyeeagle.com/" target="_blank">Eye Eagle News</a>, okey dilanjut&#8230;.<br />
<span id="more-4"></span><br />
Dengan kondisi ini, mau tak mau, pasokan makanan yang disiapkan oleh perusahaan katering harus bertambah.Jumlah jamaah nonkuota tahun ini sekitar 3.000 orang. Meski dilakukan pengetatan, jumlah jamaah ini masih sebanding dengan tahun lalu. Jumlah riil jamaah nonkuota diperkirakan di atas angka tersebut. Sebab petugas kesulitan mendata mereka di lapangan. Ahmad,salah satu jamaah nonkuota yang menempati Maktab 17, mengaku sudah membayar puluhan juta untuk naik haji. Dengan demikian, pihaknya juga berhak mendapat layanan tenda dan katering. Menteri Agama Suryadharma Ali juga menyayangkan keberadaan jamaah nonkuota ini. Imbas keberadaan mereka adalah terganggunya pasokan konsumsi.</p>
<p>“Mereka kan tak memiliki kontrak dengan muasasah.Mau tak mau kita- kita yang bantu konsumsi,”jelas dia. Sesuai denah pembagian maktab, lokasi jamaah nonkuota berdekatan dengan lokasi yang dihuni jamaah kloter 15 PDG, JKG 9, dan JKS 83.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/11/17/kekhawatiran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wah, Harga Tanah Suramadu Sejuta/Meter</title>
		<link>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/10/10/wah-harga-tanah-suramadu-sejutameter/</link>
		<comments>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/10/10/wah-harga-tanah-suramadu-sejutameter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 19:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tarsimun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Harga Tanah Suramadu Sejuta/Meter]]></category>

		<category><![CDATA[Wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tarsimun.blogdetik.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Harga tanah di sekitar jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) setahun setelah dioperasikan mencapai Rp 1 Juta per meter.
&#8220;Harga tanah (di sekitar Suramadu) ada yang minta Rp 1 juta per meter. Padahal, dulu harga tanah disana hanya Rp15 ribu per meter. Mereka sangat egois mematok harga tanah seenaknya,&#8221; kata Bupati Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron, Sabtu (9/10/2010).

Menurut Fuad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harga tanah di sekitar jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) setahun setelah dioperasikan mencapai Rp 1 Juta per meter.</p>
<p>&#8220;Harga tanah (di sekitar Suramadu) ada yang minta Rp 1 juta per meter. Padahal, dulu harga tanah disana hanya Rp15 ribu per meter. Mereka sangat egois mematok harga tanah seenaknya,&#8221; kata Bupati Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron, Sabtu (9/10/2010).<br />
<span id="more-3"></span><br />
Menurut Fuad Amin, tingginya harga tanah di sekitar Suramadu tersebut membuat banyak investor yang hendak menanamkan modalnya di Kabupaten Bangkalan harus berpikir ulang.</p>
<p>Hingga kini hanya ada satu investor yang bersedia menanamkan modalnya di Bangkalan, yakni PT Lamicitra. Sedangkan investor yang lain masih ragu-ragu untuk masuk ke Bangkalan.</p>
<p>&#8220;Tingginya harga tanah di sekitar Suramadu yang dipatok masyarakat tersebut membuat pemerintah pusing tujuh keliling. Sebab, jika masyarakat mengedepankan kepetingan pribadi, maka akan menghambat pembangunan,&#8221; katanya.</p>
<p>Fuad menjelaskan, nanti akan ada tim afrisel atau tim penaksir dalam menentukan harga tanah di sekitar akses jembatan Suramadu.</p>
<p>Jika warga tidak mau kompromi dengan pemerintah, pihaknya mengancam akan menggunakan Keppres Nomor 36 tentang Pembebasan Lahan untuk kepentingan umum.</p>
<p>&#8220;Sekarang masih melakukan kompromi, tapi kalau nanti tidak juga diberikan maka akan saya ambil seperti kasus saat pembebasan lahan untuk pembangunan akses Suramadu sisi Madura waktu dulu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Fuad menambahkan, pihaknya meminta terhadap masyarakat agar ikut membangun Kabupaten Bangkalan, dengan cara tidak menjual tanah dengan harga yang tinggi.</p>
<p>Pemerintah juga tidak akan membeli tanah dengan harga rendah, tapi dengan harga standart agar sama-sama untung.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini yang berbahaya bukan spekulan tanah, tapi makelar tanah. Mereka tidak memakai modal, namun mematok tanah dengan harga tinggi. Saya melihat pembangunan masih belum ada mulai kaki jembatan Suramadu hingga pertigaan Tangkel,&#8221; kata Fuad Amin Imron menjelaskan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/10/10/wah-harga-tanah-suramadu-sejutameter/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/</link>
		<comments>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 14:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tarsimun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang <a href="http://blogdetik.com/">Blogdetik.com</a>. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tarsimun.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.471 seconds -->

